Thu. May 13th, 2021

Didik Nini Thowok

entertainment

Didik Nini Thowok

"Human life always wearing a mask, Life is just like a play.
The mask is important part of an play because in the face of God we no need to use it."

profile

Didik Hadiprayitno, or well known as Didik Nini Thowok was born in a small town of Temanggung in Central Java on the 13th of November 1954.  He graduated from  ASTI/ISI (Yogyakarta Institute of Art Indonesia) in 1982. He is the director of LPK Natya Lakshita (Natya Lakshita Dance School) and Didik Nini Thowok Entertainment. Didik Nini Thowok’s fame propelled him throughout Indonesia for his unique style; combining classical, folk, modern and comedic dance form. He is one of the few artist who continues the long tradition of “Traditional Cross Gender“ in the dance form. His talent in impersonating female characters as well as his incredible skill in various dance traditions such as topeng (mask dance), Sundanese, Cirebon, Balinese, and of course Central Javanese; has on many occasions dumfounded the audience in determining the gender of the artist. Didik Nini Thowok has performed for the highest dignitaries throughout the world. He is one of he few artists in Indonesia, and a multi–talented artist (dancer, teacher, performance artist, mimer, actor, make-up artist, comedian, and singer). He is renowned for his superb interpretation of traditional dances of many regions of Indonesia. He is also an outstandingly original choreographer whose work is acclaimed internationally. The name Didik Nini Thowok is identically well known with humorous dances movement pattern. Apparently, in Didik Nini Thowok’s concept and idea, dances have become a vehicle to entertain and to cheer up the heart and soul of the public. On the stage, he transforms into a coquettish and cheerful dancer, but lots of people accused him commercial in return. That’s the result of his struggle over 20 years to find his own dance characteristics creation. It is said that to dance not as the way people dance generally. His dance creations shown in public always reflect the cheerful spirit and are being presented in some fresh styles and formats. Most of them were inspired by the traditional dances that came from various sub ethnics that lie within the Indonesian archipelago.

profil

Didik Hadiprayitno, atau lebih dikenal dengan nama Didik Nini Thowok lahir di sebuah kota kecil di Temanggung, Jawa Tengah, pada tanggal 13 November 1954. Didik Nini Thowok merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1982.  Beliau juga merupakan direktur dari Lembaga Pendidikan Kejuruan Natya Lakshita Tari dan juga Didik Nini Thowok Entertainment.Ketenaran Didik Nini Thowok dikenal di Indonesia melalui gayanya yang unik; dengan mengkombinasikan musik-musik klasik, dongeng-dongeng rakyat, tarian modern dan juga tarian komedi. Beliau merupakan salah satu dari beberapa seniman yang melanjutkan tradisi tentang Cross Gender dalam bentuk tarian. Bakat beliau dalam menirukan karakter sebagai perempuan bahkan menjadi lebih dari seorang perempuan asli dalam menampilkan berbagai tarian tradisioanal seperti topeng, Sunda, Cirebon, Bali, dan tentunya Jawa Tengah. Didik Nini Thowok pernah tampil sebagai orang yang terkemuka di dunia.Dinik Nini Thowok merupakan salah satu penari terkenal di Indonesia yang juga memiliki bakat seperti; menari, mengajar, penampil, pelawak, make-up artis, dan juga penyanyi. Selain itu,  beliau juga terkenal dengan kehebatannya dalam menafsirkan tari-tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Sanggar tari natya lakshita

LPK Tari Natya Laksita adalah sebuah lembaga yang bergerak dibidang pendidikan dan pelatihan, sehingga lembaga ini mempunyai tanggung jawab yang sangat besar untuk pelestarian dan pengembangan tari dengan tidak meninggalkan kaidah-kaidah yang sudah ada. Hasil dari pendidikan dan pelatihan tari tersebut menghasilkan karya maupun sumber daya manusia yang mengarah pada kegiatan sosial dan budaya dalam seni.

Pada awalnya lembaga pendidikan tari ini berbentuk sebuah sanggar,sesuai dengan perkembangan pendidikan non formal yang dihimpun oleh negara lalu menjadi LPK Tari Natya Lakshita yang dipimpin oleh Didik Hadiprayitno,S.ST ( Didik Nini Thowok ),yang didirikan pada 2 Februari 1980. Pada tahun 1994 Sanggar Tari Natya Lakshita terdaftar sebagai anggota HIPKI (Himpunan Penyelenggaraan Khusus Indonesia),sehingga sekarang bernama LPK Tari Natya Lakshita. Sejak berdiri sampai sekarang jumlah siswa yang terdaftar pada LPK Tari Natya Lakshita sebanyak 13.850 siswa dan yang masih aktif dalam pendidikan dan pelatihan sebanyak 200 siswa.

contact us for more information